Komisi II Tinjau Pariwisata Darma, “Alam Menawan Bagarurung...

image description
icon - Oleh Humas DPRD

Komisi II Tinjau Pariwisata Darma, “Alam Menawan Bagarurung Butuh Perbaikan Akses”

Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Darma, Kamis (28/8/2025). Rombongan meninjau perkembangan sejumlah objek wisata di desa penyangga Waduk Darma, tepatnya Desa Jagara dan Desa Sakerta Timur.

Anggota Komisi II DPRD Kuningan, Sri Laelasari, menyampaikan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan wisata desa. Menurutnya, dua titik wisata yang dikunjungi, yakni Jagara Ecopark dan Saung Karuhun Sakerta Timur, memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

“Di Ecopark, Kamis siang ini memang lengang, tapi kalau weekend biasanya ramai. Kami mendorong agar desa-desa penyangga Waduk Darma terus berkembang di sektor wisata, termasuk Desa Jagara dan Desa Sakerta Timur. Wisata desa sekarang sudah hidup kembali, tinggal ditingkatkan jumlah kunjungannya,” ujar Sri.

Sri menyoroti keberadaan Wisata Alam Bagarurung di Desa Sakerta Timur yang tengah naik daun. Karena panorama alam yang menawan. Lokasinya berada di lahan Perhutani, memiliki panorama diatas ketinggian, mata pengunjung disuguhi pemandangan Gunung Ciremai dan Waduk Darma di arah barat. Bahkan, belum lama ini Bupati Kuningan menggelar acara retreat beberapa malam, bagi pejabat eselon II di lokasi tersebut.

Kehadiran Bagarurung, berpotensi besar mengangkat ekonomi masyarakat, melengkapi wisata yang ada. Namun demikian, wisata Bagarurung masih menghadapi kendala utama, yakni akses jalan sekitar 1,3 kilometer yang perlu perbaikan.

“Bagarurung ini sangat potensial. Sayangnya akses jalannya harus segera dibenahi. Ini penting agar wisatawan lebih mudah datang dan kunjungan bisa meningkat,” tegas Sri.

Selain masalah akses, Sri juga memberi masukan kepada setiap manajemen atau pengelola destinasi. Seputar ajakan kebersihan dan menjaga moralitas di area wisata. Ia mendorong adanya papan pengumuman dan slogan ajakan agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga etika di lokasi wisata.

“Kuningan sekarang jadi magnet wisatawan. Bahkan menurut data terbaru, kita menempati urutan kedua se-Jawa Barat dalam kunjungan wisatawan dari luar daerah. Supaya potensi ini terus berkembang, perlu ada pengumuman atau spanduk yang mengajak pengunjung menjaga kebersihan dan mencegah perilaku asusila,” tambahnya.

Kehadiran Komisi II tadi siang disambut Kepala Desa Jagara Umar dan Kepala Desa Sakerta Timur, Cucu Sudrajat. Keduanya berharap kunjungan DPRD memberi dampak positif bagi pengembangan wisata di desanya. Bahkan, menurut Cucu Sudrajat, pembangunan akses jalan menuju Wisata Bagarurung akan sangat bermanfaat bagi warganya. Tidak hanya untuk wisata, tetapi juga bagi aktivitas ekonomi warga, seperti petani kopi, kapol, pencari kayu bakar dan aktivitas pertanian lainnya sebagai mitra perhutani.

“Jalan sekitar 1,3 kilometer ini sangat dibutuhkan. Selain untuk wisata, jalan ini juga dipakai masyarakat menuju kawasan Perhutani, termasuk petani kopi, kapol, pencari rumput ternak, hingga warga yang mencari kayu bakar. Semoga aspirasi ini bisa diperjuangkan melalui anggaran pemerintah,” ujar Cucu.

Administratur Perhutani KPH Kuningan, Ardhani Cahyaji, menyatakan pihaknya mendukung penuh pengembangan wisata Bagarurung. Ia menegaskan Perhutani siap bersinergi dengan DPRD dan Pemkab untuk meningkatkan potensi wisata di kawasan hutan.

“Lokasi Bagarurung masuk wilayah kerja Perhutani. Kami mendukung pengembangan wisata ini dan berharap Pemkab ikut memperhatikan, supaya pariwisata tidak hanya terpusat di wilayah barat, tapi juga merata hingga timur Kuningan,” jelas Ardhani.

Selain itu, Ardhani juga menyinggung soal usulan masyarakat Desa Dukuhbadag, Kecamatan Cibingbin, terkait pemanfaatan lahan hutan untuk pengembangan Kampung Adat Majalaya. Menurutnya, Perhutani membuka peluang kerja sama nonkomersial demi melestarikan budaya adat sekaligus memberi nilai tambah bagi pariwisata.

“Kami sangat mendukung terbentuknya desa adat. Secara prosedur, bisa melalui kerja sama nonkomersial. Ke depan desa adat ini bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga bisa melahirkan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat,” imbuhnya.

Kunjungan Komisi II DPRD Kuningan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, desa, dan Perhutani dalam membangun sektor wisata Kuningan menjadi magnet wisata unggulan di Jawa Barat. (Bubud Sihabudin)


Tags: