DPRD Kuningan Dorong Kepastian Keberangkatan Calon Jemaah Umrah
KUNINGAN – DPRD Kabupaten Kuningan mendorong adanya kejelasan dan kepastian terkait tertundanya keberangkatan puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan yang sebelumnya dijadwalkan menuju Tanah Suci.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Hj. Neneng Hermawati, S.E., M.A., meminta pihak penyelenggara memberikan penjelasan secara terbuka kepada para calon jemaah dan keluarga mengenai kondisi yang menyebabkan keberangkatan tertunda.
Menurut Neneng, persoalan tersebut perlu disikapi dengan komunikasi yang baik dan mengedepankan kepentingan para calon jemaah. Terlebih, perjalanan umrah bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi memiliki nilai spiritual yang sangat berarti bagi setiap jemaah.
“Yang terpenting adalah ada penjelasan yang jelas dari pihak travel mengenai kondisi yang sebenarnya. Kemudian bersama-sama mencari solusi terbaik agar jemaah mendapatkan kepastian dan tidak merasa dirugikan,” ujar Neneng.
Ia menyampaikan, keterlambatan penerbitan visa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor administratif maupun teknis. Karena itu, diperlukan klarifikasi langsung dari pihak penyelenggara agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah para calon jemaah dan keluarganya.
DPRD juga mendorong agar penyelesaian persoalan dilakukan secara terbuka dan kekeluargaan. Apabila keberangkatan belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal, pihak penyelenggara diharapkan memberikan alternatif penyelesaian yang jelas, termasuk penjadwalan ulang keberangkatan maupun mekanisme pengembalian biaya sesuai ketentuan dan kesepakatan yang berlaku.
“Kita berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan komunikasi dan musyawarah. Jangan sampai situasi menjadi semakin rumit karena informasi yang tidak jelas,” ungkapnya.
Neneng juga mengajak para calon jemaah dan keluarga untuk tetap tenang serta memberikan ruang bagi pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurutnya, setiap persoalan tentu membutuhkan proses penyelesaian. Yang terpenting, hak dan kepentingan para calon jemaah tetap menjadi perhatian utama.
“Jangan saling memprovokasi atau memperkeruh suasana. Kita bersama-sama mencari jalan keluar yang terbaik,” pesannya.
DPRD Kabupaten Kuningan berharap persoalan tersebut segera mendapatkan titik terang sehingga para calon jemaah memperoleh kepastian mengenai keberangkatan maupun penyelesaian lainnya.
“Umrah adalah perjalanan ibadah yang sangat sakral. Mari kita hadapi persoalan ini dengan sabar dan tetap mengedepankan komunikasi yang baik. Semoga ada hikmah dan jalan terbaik dari setiap kejadian,” pungkas Neneng.
| Berita Terbaru